19 Mei 2017

Kopi Santri (pelajaran dari secangkir kopi)



Kyai :Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.
Santri :Baik, kyai. Tidak berapa lama, sang santri sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya beserta sendok kecil.
Kyai :Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?
Santri : rasanya sangat pahit sekali kyai
Kyai :Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?
Santri : Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, kyai.
Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
Santri :Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, kyai.
Kyai :Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
Santri :Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, kyai.
Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
Santri :Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, kyai.
Kyai :Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
Santri :sangat manis sekali, kyai.
Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
Santri :Terlalu manis. Malah tidak enak, kyai.
Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
Santri : rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, kyai.
Kyai : Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak? Sejenak sang santri termenung, lalu menjawab. 
Santri : Ya kyai, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup seperlunya, tidak melampaui batas. Terimakasih atas pelajaran ini, kyai.
Kyai :Ayo santriku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini. Sang santri lalu mengerjakan perintah kyai.
Kyai :Bagaimana rasanya?
Santri : rasanya nikmat, kyai...
Kyai : Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan org2 yang kekurangan.
Santri :Terima kasih atas petuahnya, kyai.

 Selamat ngopi

18 Mei 2017

Se Romantis Cinta Nabi


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang suami yang sangat meninggikan kedudukan para istrinya dan amat menghormati mereka. 
Namun, ketika berselisih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melibatkan emosi. Ketika sedang marah kepada Aisyah, Beliau berkata, “Tutuplah matamu!” 

Kemudian Aisyah menutup matanya dengan perasaan cemas, khawatir dimarahi Rasulullah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah!” Tatkala Aisyah mendekat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian memeluk Aisyah sambil berkata, “Humairahku, telah pergi marahku setelah memelukmu.” 

Tidak pernah ada kalimat kasar dan menyakitkan dalam rumah tangga Rasulullah. Bahkan, beliau biasa memijit hidung Aisyah jika dia marah, sambil berkata, 
“Wahai Aisyah, bacalah do’a, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’,” (HR Ibnu Sunni). 

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang dari perjalanan jihad fisabilillah diiringi para sahabat. Sementara itu di pintu gerbang kota Madinah, Aisyah r.a menunggu dengan rasa rindu. 

Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di tengah kota Madinah. Aisyah r.a bahagia menyambut suami tercinta. Tiba di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beristirahat melepas lelah. 

Aisyah di belakang rumah sibuk membuat minuman untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 
Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba tiba Aisyah berkata: “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?” 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diam dan hendak melanjutkan meminum habis air digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?” 

Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu, Aisyah r.a meminum air itu dan ia langsung kaget terus memuntahkan air itu. 
Ternyata air itu terasa asin bukan manis. Mungkin saking tergesa gesanya Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia buat salah masukin campuran, yang harusnya sari gula malah masukin sari garam. Kemudian Aisyah r.a langsung meminta maaf kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban). 

Dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda: “Saling Berpesanlah kalian untuk memperlakukan Wanita dengan Baik, 

Karena sesungguhnya Wanita itu Diciptakan dari Tulang Rusuk, Dan Sesungguhnya yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian Atasnya,

Jika engkau bersikeras untuk meluruskannya, Niscaya engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok, Karenanya saling Berpesanlah (saling menasihati) Berkenan dengan Wanita,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kenapa Harus MINDER.??

Bila ada yang bertanya tentang kita, jawab dengan indah, dan percayalah Allah akan mengindahkan hidup kita
Bila ada yang bertanya tentang cita-cita kita, katakanlah yang terbaik, lalu percaya bahwa allah lah yg akan mengindahkan cita2 kita. 
Hidup kita bukan dimulai dari kemarin, siapa kita, apa latar belakang kita, darimana kita dulu sekolah atau kuliah, apa pekerjaan kita saat ini, tapi kisah hidup kita di mulai saat kita berani mengatakan apa Mimpi kita dan menjadikan mimpi kita nyata. 
Kenapa kita harus merasa minder dan merasa kecil dihadapan manusia dengan diri kita saat ini, bukan kah kita punya allah yg maha besar.. ??

by. soMeOne

17 Mei 2017

Ibarat Lilin Yang Membunuh Diri

Seringkali kita menasehati orang, namun lupa menasehati diri.
Sering kita menilai orang, namun lupa menilai diri..
Itulah ibarat lilin (menerangi orang lain namun membinasakan diri.. hai sobat muda. kwalitas diri itu perlu. ayo bangkit tuk jadikan diri lebih baek dari hari yang telah usai
Sebelum waktu berakhir, dan kita menyesal nantinya. 

Belajar Jadi Dewasa

Dari mata turun ke hati, penilaian seseorang pun diawali dengan lirikan mata kemudian turun menjadi lirikan hari. namun mirisnya,.. mereka terlalu sibuk menilai orang tapi lupa untuk menilai diri. sehingga semua orang dianggap rendah dimata kita. miris memang
Sobat muda.. hati itu raja bagi tubuh. semua anggota tubuh bergerak sesuai perintah hati, bak bala tentara yang taat akan perintah sang komandan.
Namun, apalah jadinya jika hati ini rusak. tidak berjalan sesuai kodrat nurani manusia..